Dalam meraih prestasi akademik melalui pendidikan bermutu, perlu dikembangkan kecerdasan komprehensif dan bermakna yang meliputi olah hati (cerdas spiritual), olah pikir (cerdas intelektual), olah rasa (cerdas emosional dan sosial), dan olah raga (cerdas kinestetis). Olah pikir dilakukan untuk mengembangkan kompetensi dan kemandirian ilmu pengetahuan serta teknologi. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah Atas menyelenggarakan olimpiade sains berjenjang sebagai ajang kompetisi bergengsi bagi siswa-siswi Indonesia, mulai di tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga internasional.
Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Dr. Sungkowo M mengatakan bahwa Olimpiade Sains Nasional diselenggarakan dalam rangka memilih siswa-siswi terbaik di tingkat nasional untuk dipersiapkan mengikuti olimpiade sains internasional 2011. Tujuan kegiatan olimpiade sains secara berjenjang ini adalah untuk menjaring siswa-siswi unggul di bidang sains, memotivasi siswa agar lebih gemar belajar sains dan memacu peningkatan mutu pendidikan, khususnya sains. “Di tengah persaingan global yang membutuhkan banyak scientist muda, OSN adalah ajang yang tepat untuk menelurkan bibit-bibit baru di bidang IPTEK. Ada tiga alasan diadakannya OSN. Yang pertama adalah perbaikan mutu, terutama pada para lulusan SMA nanti. Kedua, meningkatkan kompetisi yang sehat antar siswa, antar sekolah, antar kabupaten, dan antar provinsi. Yang ketiga merupakan ajang seleksi tingkat internasional. Maka itu kita sangat mengharapkan pada OSN kali ini bisa menemukan calon-calon yang nantinya dapat mewakili Indonesia dalam berbagai bidang.” Ujar Dr. Sungkowo.
Koordinator OSN SMA, Suharlan, mengatakan, jumlah keseluruhan peserta pada OSN kali yakni sebanyak 12.142 orang. Mereka adalah siswa-siswi terbaik yang berhasil lolos seleksi di tingkat kabupaten/kota yang akan unjuk prestasi dalam olimpiade sains di tingkat provinsi. Pelaksanaan seleksi Olimpiade Sains Provinsi 2010 akan serentak diselenggarakan pada tanggal 1 s.d 3 Juni 2010 di 33 provinsi. Seleksi olimpiade provinsi akan memperlombakan delapan bidang studi, yaitu matematika, fisika, kimia, biologi, komputer, astronomi, ekonomi, dan kebumian (geo sains).
Lebih lanjut Suharlan menjelaskan, peserta yang sukses berkompetisi di tingkat provinsi akan berlaga dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2010 yang akan diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara pada Agustus mendatang. Mereka yang meraih medali pada OSN 2010 akan memperebutkan posisi terbaik untuk berkompetisi di ajang internasional melalui seleksi nasional dalam pembinaan secara bertahap. Sebanyak 30 peserta terbaik di tingkat nasional akan diseleksi menjadi 10-15 peserta untuk melaju pada seleksi tahap kedua.
”Pada tahapan ini, akan dipilih siswa-siswi terbaik yang akan mewakili Indonesia pada ajang olimpiade sains internasional 2011. Namun sebelumnya, para siswa akan mengikuti pembinaan khusus yang dibina langsung oleh dosen-dosen dari universitas negeri favorit di Indonesia. Materi pembinaan yang diberikan sesuai dengan standar materi dalam olimpiade internasional,” jelas Suharlan.
Olimpiade Sains Internasional 2010 akan diselenggarakan di delapan negara, yaitu di Kazakhstan (International Mathematics Olympiad), Kroasia (International Physics Olympiad), Jepang (International Chemistry Olympiad), Korea (International Biology Olympiad), Kanada (International Olympiad in Informatics), China (International Olympiad on Astronomy and Astrophysics), dan Indonesia (International Earth Science Olympiad). Indonesia akan menjadi tuan rumah IESO 2010 yang akan diselenggarakan di Yogyayakarta, 19 – 28 September. |